Mengoreksi Diri

Curahan Hati No Comments »

Sehari-hari banyak sekali bertemu dengan manusia-manusia dengan berbagai macam karakter,  baik karakter itu menyenangkan hati maupun tidak. . 

Ketika seorang manusia mendapatkan sebuah keutamaan, baik itu kehormatan, kesuksesan,  kekayaan atau  kedudukan yang tinggi, kesombongan akan menjadi ‘pengikut’ yang ’setia.

Ketika saya menjadi staf, saya akan sangat mudah sekali mengomentari tingkah laku atasan yang tidak ideal dan memberikan pembandingnya, sehingga berharap agar atasan saya akan berubah menjadi lebih baik. Tetapi ketika saya menjadi atasan, saya melakukan tingkah laku yang sama seperti atasan saya tadi.

Oh betapa mudahnya saya mengomentari orang tetapi saya tidak dapat mengomentari diri sendiri. Saya dapat melihat kekurangan orang lain tetapi saya tidak dapat melihat kekurangan diri sendiri. Saya dapat memberikan saran untuk memperbaiki diri orang lain, tetapi saya tidak dapat memberikan saran  untuk memperbaiki diri sendiri.

Perubahan harus dilakukan. Saya ingin menjadi manusia dan pribadi yang baik . Semoga Allah SWT membantu upaya saya dalam mengoreksi diri dan memperbaiki tingkah laku saya menjadi lebih baik dan baik lagi, aamiin.

Pupuklah Cintaku dan Cintamu

Curahan Hati  Tagged , 7 Comments »

Hati manusia mudah sekali berubah. Rasa cinta bisa menjadi benci dengan cepatnya, sebaliknya pun sama. Gampangnya mengatakan cinta ketika yang terlihat hanya keindahan dibalik banyaknya ketidaksesuaian yang belum terungkap. Ketidaksesuaian yang bisa menyebabkan melelehnya cinta entah kemana karena kerasnya hati tidak bisa menerima sesuatu yang berbeda.

Berbeda itu pasti dan berbeda itu adalah rahmat. Jangan pernah menyerah akan perbedaan karena disana pasti ada jalan keluar yang baik dan menguntungkan.

Jangan pernah mengatakan cinta jika yang ada hanyalah benih-benih yang belum berubah menjadi buah.

Lembutkan hati, karena ketidaksesuaian itu bisa menjadi pupuk-pupuk penyubur cintaku dan cintamu. Pegang erat tangan dan hatiku agar diriku dan dirimu tetap mendekat.

Sayang, mari bersama-sama kita menjaga benih-benih cinta itu, memupuk dan terus menjaga tumbuhnya. Sehingga kita bisa merasakan rindangnya pohon yang subur dan buahnya yang ranum untuk anak-cucu kita dan ridha Yang Maha Kuasa selalu bersama, aamiin.

Strategi LAN Data Backup

IT, Pengalaman Kerja, Tips  Tagged , 3 Comments »

1. Inventarisasi LAN Anda

Mapping besarnya LAN yang ada. Kumpulkan semua parameter seperti, jumlah server, jumlah workstation, jumlah notebook dan kecepatan backbone LAN.

2. Pilihlah Infrastruktur yang Tepat

Sesuaikan kebutuhan anda dengan memilih hardware, software dan desain infrastruktur yang efisien dan sesuai dengan karakteristik LAN anda. Persiapkan investasi untuk jangka panjang yang mempertimbangkan perkembangan LAN dan teknologi storage media yang akan datang. Jangan sampai ketika sebuah teknology baru datang, kemudian investasi awal anda hilang begitu saja. Saya pernah mengalami ketika membeli teknologi DDS3 dan hanya sekitar 1-2 tahun keluarlah teknology LTO, sehingga investasi awal saya sia-sia. Dan juga, jangan menginvestasikan kepada teknologi yang sangat advance dari kebutuhan anda. Jika data anda cukup dibackup dengan CD-RW, jangan membeli teknologi LTO.

3. Membuat Jadwal Backup

Susunlah jenis backup (Full, Incremental atau Differential) yang akan digunakan dan membuat jadwalnya. Sebagai contoh: Jika jumlah active users (termasuk server) <= 50 orang dengan kecepatan backbonenya 100mbps ethernet , maka membuat jadwal full backup setiap hari masih bisa dilakukan. Buatlah susunan nama storage media yang akan digunakan termasuk life cycle-nya dengan inventory yang solid. Ini akan sangat berguna jika proses backup sudah berjalan. Jadwal backup termasuk waktu pemakaian dan penyimpanan storage media yang digunakan.

4. Test Jadwal Backup Anda

Percobaan jadwal backup sangat berguna untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan agar seluruh data dapat ter-backup dengan sempurna.

5. Test Restorasi Backup Anda

Proses backup tidak akan berguna jika tidak diimbangi dengan hasil restorasi yang bagus. Jika bisa, cobalah untuk merestorasi seluruh data dari 1 workstation atau server.

6. Offsite Storage

Persiapkan offsite storage untuk storage media. Hal ini untuk mengantisipasi force majeure yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

7. Buatlah Prosedurnya

Prosedur backup harus diformalkan sehingga siapa saja yang berkepentingan mempunyai ‘aturan main’ yang sama.

8. Monitor Hasil Backup

Memonitor hasil backup harus dijadikan tugas rutin harian. Yang harus dicatat adalah sukses tidaknya proses backup dan integrity hasilnya.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in